Tontonan dan Tuntunan

•20 November, 2009 • Leave a Comment

Lembar risalah AN-NATIJAH oleh Syafruddin Djosan

11 Zulqaidah 1430H

Media televisi telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pergaulan hidup manusia, yang (di indonesia) sudah dikenal sejak tahun 1960an. Maju pesatnya dunia komunikasi dan teknologi informasi (IT) tak pelak menjadikan produk yang menjadi alat komunikasi antar umat manusia pun ikut berkembang. Ketika dulu kita hanya mengenal televisi yang disiarkan dengan sistem analog, kini telah berubah ke sistam digital. Dari satu stasiun teve milik negara (TVRI), ikut bertumbuh teve-teve milik swasta atau Pemda-pemda yang satu sama lain menjadikan kian maraknya dunia informasi dan hiburan tengah-tengah kita.

Continue reading ‘Tontonan dan Tuntunan’

Menyikapi Musibah

•16 October, 2009 • Leave a Comment

Buletin Mimbar Jumat

27 Syawal 1430H

oleh : Abdurrahman Nst.

Manusia di muka bumi ini adalah khalifah, yang diberi kemampuan oleh Allah untuk mengelola, merawat dan mendayagunakan dengan sebaik-baiknya. Apabila manusia sebagai khalifah tidak mampu mengelolanya dengan baik maka akan muncullah musibah-musibah dari hukum alam ini yang susah sekali untuk mengelakkannya. Sekedar contoh apabila manusia membabat habis hutan maka yang terjadi adalah banjir besar yang bisa meluluhlantakkan orang yang tak bersalah sekalipun

Namun disana terdapat juga musibah yang bukan disebabkan ulah jahat manusia dalam mengelola bumi. Dalam Alquran dijelaskan bagaimana angin yang tadinya mendistribusi awab (QS. alBaqarah[2]:164) dan menyebabkan penyerbukan dalam  dunia tumbuh-tumbuhan (QS. al-Kahfi[18]:45), tiba-tiba tampil begitu ganas memporak-porandakan segala sesuatu yang dilewatinya(QS. Fushshilat[41]:16).

Continue reading ‘Menyikapi Musibah’

Kultum terakhir dibulan Ramadhan 1430H

•16 September, 2009 • Leave a Comment

Hari ini tanggal 16 september 2009 merupakan hari terakhir dilaksanakannya kultum di kantor. Besoknya akan ada acara mudik bareng sesama pegawai. Kultum hari ini ditutup dengan penceramah yang kocak. Materi yang dibawakan adalah akhlak.

Buat yang pada pulang kampung saya doakan sampai di tujuan dengan selamat dan dapat lebaran dengan keluarga. Amin

Islam dan Demokrasi

•16 September, 2009 • Leave a Comment

Perbedaan Islam dan Demokrasi
1. Sumber
Islam dari Wahyu Ilahi; demokrasi dari akal insani.
2. Pedoman
Islam dari Alquran dan Assunah; demokrasi dari undang-undang buatan manusia.
3. Pembuat hukum
Islam dari Allah; demokrasi dari rakyat melalui perwakilannya.
4. Hukum yang digunakan
Islam berdasarkan Syariat Islam; demokrasi berdasarkan undang-undang yang disepakati mayoritas wakil rakyat.
5. Sifat
Islam bersifat permanen dan stabil dari zaman ke zaman tidak berubah; demokrasi bersifat berubah-ubah sesuai dengan zamannya.
6. Penghapusan hukum
Islam karena sifatnya permanen maka hukum tersebut tidak bisa dihapus atau berubah; demokrasi karena sifatnya dapat berubah maka hukum tersebut dapat dihapus tergantung mayoritas wakil rakyat.
7. Pengambilan hukum
Islam dari dalil syar’i terkuat, jika ada khilaf (perbedaan) maka diutamakan pendapat mayoritas Fuqoha (mayoritas disini bukan berdasarkan jumlah imamnya, tetapi dilihat dari tingkatan keahlian), atau putusan imam; demokrasi diambil dari mayoritas wakil rakyat.
8. Penyelesaian masalah
Islam menggunakan Syura’ (musyawarah); demokrasi tergantung mayoritas wakil rakyat.
9. Kebenaran
Islam sesuai syariat; demokrasi tergantung mayoritas wakil rakyat.
10. Mayoritas dalam pengambilan hukum
Islam dari ahlil ikhtishosh; demokrasi dari wakil rakyat

I’tikaf dan Rohani

•11 September, 2009 • Leave a Comment

Buletin Mimbar Jumat
21 Ramadhan 1430H
oleh : Drs. Za’im Rais, MA

Hakikat sesungguhnya dari ibadah puasa adalah pendidikan rohani. Tujuan pokoknya adalah untuk memperkokoh dan mempertinggi rohani manusia. Dengan ibadah puasa yang ikhlas dan intens, seseorang akan bias meningkat derajatnya ke level yang lebih tinggi.
Ketinggian rohani seseorang akan membuat dia lebih mencintai Allah di atas segalanya. Benci pada segala kezaliman dan kecurangan, benci pada sikap egoistik dan kesombongan, senantiasa berhati-hati dan waspada agar tidak melakukan dosa, dan senang membantu orang yang membutuhkan. sehubungan dengan tujuan pokok puasa tersebut, dalam bulan yang amat mulia ini umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan i’tikaf terutama pada sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Nabi bahkan membangunkan semua anggota keluarganya untuk beri’tikaf. Continue reading ‘I’tikaf dan Rohani’