Kultum terakhir dibulan Ramadhan 1430H

•16 September, 2009 • Leave a Comment

Hari ini tanggal 16 september 2009 merupakan hari terakhir dilaksanakannya kultum di kantor. Besoknya akan ada acara mudik bareng sesama pegawai. Kultum hari ini ditutup dengan penceramah yang kocak. Materi yang dibawakan adalah akhlak.

Buat yang pada pulang kampung saya doakan sampai di tujuan dengan selamat dan dapat lebaran dengan keluarga. Amin

Islam dan Demokrasi

•16 September, 2009 • Leave a Comment

Perbedaan Islam dan Demokrasi
1. Sumber
Islam dari Wahyu Ilahi; demokrasi dari akal insani.
2. Pedoman
Islam dari Alquran dan Assunah; demokrasi dari undang-undang buatan manusia.
3. Pembuat hukum
Islam dari Allah; demokrasi dari rakyat melalui perwakilannya.
4. Hukum yang digunakan
Islam berdasarkan Syariat Islam; demokrasi berdasarkan undang-undang yang disepakati mayoritas wakil rakyat.
5. Sifat
Islam bersifat permanen dan stabil dari zaman ke zaman tidak berubah; demokrasi bersifat berubah-ubah sesuai dengan zamannya.
6. Penghapusan hukum
Islam karena sifatnya permanen maka hukum tersebut tidak bisa dihapus atau berubah; demokrasi karena sifatnya dapat berubah maka hukum tersebut dapat dihapus tergantung mayoritas wakil rakyat.
7. Pengambilan hukum
Islam dari dalil syar’i terkuat, jika ada khilaf (perbedaan) maka diutamakan pendapat mayoritas Fuqoha (mayoritas disini bukan berdasarkan jumlah imamnya, tetapi dilihat dari tingkatan keahlian), atau putusan imam; demokrasi diambil dari mayoritas wakil rakyat.
8. Penyelesaian masalah
Islam menggunakan Syura’ (musyawarah); demokrasi tergantung mayoritas wakil rakyat.
9. Kebenaran
Islam sesuai syariat; demokrasi tergantung mayoritas wakil rakyat.
10. Mayoritas dalam pengambilan hukum
Islam dari ahlil ikhtishosh; demokrasi dari wakil rakyat

I’tikaf dan Rohani

•11 September, 2009 • Leave a Comment

Buletin Mimbar Jumat
21 Ramadhan 1430H
oleh : Drs. Za’im Rais, MA

Hakikat sesungguhnya dari ibadah puasa adalah pendidikan rohani. Tujuan pokoknya adalah untuk memperkokoh dan mempertinggi rohani manusia. Dengan ibadah puasa yang ikhlas dan intens, seseorang akan bias meningkat derajatnya ke level yang lebih tinggi.
Ketinggian rohani seseorang akan membuat dia lebih mencintai Allah di atas segalanya. Benci pada segala kezaliman dan kecurangan, benci pada sikap egoistik dan kesombongan, senantiasa berhati-hati dan waspada agar tidak melakukan dosa, dan senang membantu orang yang membutuhkan. sehubungan dengan tujuan pokok puasa tersebut, dalam bulan yang amat mulia ini umat Islam sangat dianjurkan untuk melakukan i’tikaf terutama pada sepuluh hari terakhir dalam bulan Ramadhan. Nabi bahkan membangunkan semua anggota keluarganya untuk beri’tikaf. Continue reading ‘I’tikaf dan Rohani’

Memaknai Nuzulul Quran

•4 September, 2009 • Leave a Comment

Buletin Mimbar Jumat
tanggal : 14 Ramadhan 1430H
Oleh : Muhammad Amin

Pewahyuan Alquran, menurut Alquran itu sendiri, adalah suatu pengungkapan atas nama Allah kepada Rasul-Nya. Rasulullah menerima ucapan-ucapan Allah dengan sepenuh hati, tidak hanya dengan cara belajar. Firman Allah SWT, “Dan tidak ada bagi seorang manusiapun bahwa Allah berkata-kata dengan dia kecuali dengan perantaraan wahyu atau dibelakang tabir atau mengutus seorang utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan seizin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana. Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Alquran) dengan perintah Kami…” (QS.Asy-Syura[42]:51-52).
Dalam ayat di atas disebutkan tiga cara menyampaikan wahyu ilahi. Pertama, Allah berbicara tanpa adanya tabir antara Dia dengan manusia. Kedua, Allah berbicara dibalik tabir; seperti Nabi Musa mendengar Allah berbicara dibalik sebuah pohon di gunung. Ketiga, pembicaraan Allah diperdengarkan kepada manusia melalui malaikat yang sebelumnya telah mendengar wahyu tersebut dari Allah. Continue reading ‘Memaknai Nuzulul Quran’

Keagungan Ramadhan

•3 September, 2009 • Leave a Comment

Lembar risalah

An-natijah

oleh : Yasier Abdullrahman Sinaga

7 Ramadhan 1430H

Umat Islam di seanterio dunia menetapkan ramadhan sebagai salah satu nama bulan yang dimiliki oleh tahun hijriyah pada puncak sangat mulia dan agung. Ada empat pilar keagungan dan kedahsyatan bulan ramadhan yang menyebabkannya dijuluki juga dengan “Tamu Agung”.

Pertama, Ramadhan agung dipilih oleh Allah SWT sebagai bulan yang diwajibkan bagi umat Islam untuk berpuasa disiang hari, selamat satu bulan penuh sesuai dengan ketentuan syariat yang ditentukan.Kedua, Ramadhan agung adalah bulan yang dipilih juga oleh Allah SWT sebagai pertama turunnya wahyu Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW yang saat ini kita kenal dengan Alquran. Ketiga, ramadhan agung ditetapkan oleh Allah dimana turunnya wahyu pertama sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan atau yang sering disebut Lailatul Qadar. Keempat, ramadhan agung tadi ditetapkan oleh Allah SWT bahwa ramadhan adalah mumentum ibadah kolosal yang mengkombinasikan seluruh amal perbuatan atau ibadah akan diganjar dengan balasan yang berlipat ganda, spektrumnya meluas tanpa batas. Sebagai contoh ibadah sunnah nilainya setara dengan wajib dan ibadah wajib dilipatgandakan belipat-lipat (700 kali). Bahkan dalam hadits dijelaskan : “Barangsiapa berpuasa dibulan ramadhan dengan pendekatan iman dan penuh pertimbangan atau persiapan akan diampuni oleh Allah dosa-dosanya yang telah lalu”. (HR. Bukhari & Muslim) Continue reading ‘Keagungan Ramadhan’